Anggaran BOS SMA Cair, Kepala Sekolah Bingung

By | 8 November 2013

Bandung¬†- Anggaran Rintisan Bantuan Operasional Sekolah (RBOS) dari pemerintah untuk sekolah menengah atas (SMA) periode Januari-Juni 2013 sudah cair pada Agustus lalu. Namun, sejumlah kepala SMA di Kota Bandung mengaku bingung karena masa penggunaannya sudah lewat. “Sementara dananya tidak kami pakai dulu, takut salah pakai,” ujar Kepala SMA Karya Pembangunan II Bandung, Iyan Hasbian, Jumat, 6 September 2013.

Menurut Iyan, rekening sekolahnya di BNI terisi dana RBOS setelah Lebaran pada Agustus lalu. Jumlahnya sebesar Rp 24 juta untuk siswa sebanyak 400 orang.

Sesuai ketentuan Direktorat Pembinaan SMA di Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, alokasi dana RBOS SMA periode Januari-Juni 2013 per sekolah dihitung berdasarkan jumlah seluruh siswa tahun ajaran 2012/2013. Satuan biayanya (unit cost) sebesar Rp 60 ribu per siswa per bulan. “Dana RBOS itu harusnya dipakai untuk semester lalu, kenapa baru cair sekarang, saya tidak tahu,” ujarnya.

Kalaupun boleh dipakai untuk semester sekarang, kata Iyan, jumlah total siswanya telah berubah. Pada semester sekarang, total siswanya berjumlah 200-an orang, atau berkurang dari semester lalu. “Sisanya akan dikemanakan kalau bisa dipakai sekarang, saya juga bingung,” katanya.

Adapun Kepala SMAN 1 Bandung, Cucu Saputra, mengatakan sekolahnya malah belum dapat dana RBOS periode Januari-Juni 2013. Kabar dari bendahara sekolah, dana itu baru akan seminggu atau dua minggu lagi masuk rekening sekolah, sekitar Rp 60 juta. Bagi sekolah di kawasan Jalan Dago itu, persoalan besarnya bukan keterlambatan dana. “Tapi pertanggungjawaban secara administrasi untuk pemakaian Januari-Juni, tapi baru turun sekarang,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia, Iwan Hermawan, mengatakan keterlambatan dana RBOS itu perlu dipertanyakan. “Apakah ada penyalahgunaan wewenang atau indikasi korupsi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi menyatakan pengiriman dana RBOS dan BOS dilakukan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening tiap sekolah. Soal keterlambatan dan kebingungan kepala sekolah, dia mengaku belum tahu. “Saya akan cek ke pusat dulu,” katanya.

Sumber dari Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *